15 Kecamatan Berkompetisi, Hidupkan Usaha Grosir

tanggungrentengPURBALINGGA – 15 kecamatan di bawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan (PNPM – MPd) akan berkompetisi menjadi pilot project atau percontohan pengembangan usaha grosir. Hal ini sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat perdesaan secara sehat dan berkelanjutan sehingga masyarakat tak lagi bergantung kepada siapapun.

 “Selama ini UPK hanya bergerak dan disibukkan dalam perguliran simpan pinjam maupun fasilitasi kegiatan sarana prasarana. Kedepan kecamatan melalui Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dapat lebih mengembangkan diri menjadi besar bersama unit-unit usaha lainnya sesuai dengan potensi lokal,” ujar Ketua UPK Sinergis PNPM MD Kecamatan Mrebet Fadlun Edy Susilo SE dalam siaran persnya, Kamis (17/11).

 Fadlun menambahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Unit Pelaksana Kegiatn (UPK)yang dipimpin Fasilitator Kabupaten (Faskab) Mujadid kemarin (16/11) menyepakati akan memilih salah satu kecamatan terbaik yang paling sukses menyelenggarakan usaha grosir. Dari kecamatan itu akan ditunjuk desa yang paling kompeten atau usaha-usaha yang potensial.

 Sementara itu, dalam Rakor yang dihadiri para pelaku PNPM MPd se-Kabupaten Purbalingga dan Penanggungjawab Operasional Kegiatan Kabupaten (PJOKab) Purbalingga, disepakati agar UPK perlu melakukan tutup buku diawali audit oleh Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (BP UPK) pada minggu ketiga bulan Desember 2013. Selanjutnya, seperti biasa, masing-masing UPK memaparkannya dalam Evaluasi dan Perencanaan (Evaperca) dalam tiga klaster di tingkat Kabupaten.

 “Selain itu, dalam rapat itu juga disepakati agar pencairan dan penyaluran dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Dana Operasional Kegiatan (DOK) harus selesai dan terlaksana. Sehingga pada bulan Nopember diharap dana sudah masuk ke kecamatan dan disalurkan berdasarkan peruntukannya ke Tim Pengelola Kegiatan (TPK) tingkat Desa,” imbuhnya.

Dalam hal ini BP –UPK perlu melakukan Audit sebagai dasar nantinya bagi UPK melakukan Tutup Buku Tahun Anggaran 2013. Semua rekening, kata dia, ditutup-bukukan sesuai peraturan yang ada, untuk selanjutnya, UPK perlu melakukan proyeksi keuangan agar dapat menentukan laporan perubahan modal, pembagian surplus dan lain-lain.

 “Lebih ditekankan pula bahwa UPK diharap jangan membuat anggran biaya sebelum membahas rencana kerja dan kinerja terlebih dahulu,” jelasnya.Menurut Fadlun, masih banyak kegiatan yang dibangun PNPM kurang berkualitas di beberapa tempat. Namun Purbalingga masih membutuhkan dana PNPM, karena masih banyak infrastruktur lain yang dibutuhkan masyarakat. (fes/cie)

FB Pengrajin Batik Tulis Desa Mangunegara Kecamatan Mrebet ;

a IMG_3957

https://www.facebook.com/profile.php?id=100008184285251&fref=ts

FB Admin Sinergis :

https://www.facebook.com/fadlunedy.suromenggolo?fref=ts

BELAJAR BATIK TULIS DENGAN PEWARNA INDIGOSOL

BAHAN PEWARNA BATIK

BAHAN CAT WARNA NAPHTOL DAN GARAM

           Jenis cat warna napthol banyak sekali dipakai di dalam pembatikan. Penggunaannya yang mudah, cepat, dan praktis, serta daya tahannya yang cukup baik terhadap sinar matahari

Cat warna ini terdiri dari 2 bagian:

  1. Napthol yang selalu menggunakan kode huruf AS
  2. Garam ( diazo) disebut juga pembangkit warna.

CARA MENGGUNAKAN CAT WARNA NAPTHOL DAN GARAM

  1. Bahan Pelengkap

Untuk melarutkan bnapthol dibutuhkan beberapa bahan pembantu, yang dikeluarkan pabrik. Untuk memudahkan agar serbuk bahan napthol mudah larut dalam air, sebelum dilarutkan dalam air dibuat pasta dulu dengan:

  1. Turkish Red Oil (TRO)
  2. Loog 38● Be (Baume)

Yang disebut loog 38● Be ialah suatu larutan kustik soda (NaOH), yang mempunyai kepekatan sebanyak 441 gram yang dilarutkan dengan air sehingga menjadi larutan sebanyak 1 liter. Guna loog ialah untuk menyempurnakan larutnya cat warna Napthol ke dalan air panas.

  1. Cara melarutkan cat warna Napthol dan Garam

Siapkan air mendidih dan tempat untuk melarutkan bahan cat warna Napthol. Timbanglah bahan cat warna Napthol menurut kebutuhan.

Contoh resep warna Napthol:

3 gram Napthol AS-D

6 cc TRO

6 cc loog 38● Be

Dilarutkan dengan air sebanyak i liter.

Urutan cara melarutkan

  1. Taruhlah 3 gr Napthol AS-D ditambah 6 cc TRO dalam tempat melarutkan.
  2. 3 gr serbuk Napthol AS-D ditambah 6 cc TRO diaduk sehingga menjadi pasta.
  3. Pasta AS-D tersebut dilarutkan dengan air mendidih ( 100% C ) sebanyak kira-kira ¼ liter,

     diaduk supaya seluruh pasta tadi larut dalam air, dan terjadilah larutan yang keruh.

  1. Larutan yang keruh dan masih panas tadi dengan cepat diberi 6 cc Loog 38● Be, sehingga

    terjadi perubahan larutan yang keruh akan menjadi jernih.

  1. Setelah larutan agak dingin ditambahkan air dingin sebanyak ¾ liter. Dengan demikian

     jumlah air seluruhnya menjadi 1 liter.

  1. Larutan tersebut sudah siap digunakan untuk mencelup.

CARA MELARUTKAN GARAM

Perbandingan banyak antara napthol dengan garam sebaiknya minimum

1 : 2 maksimum 1 : 3. Dapat juga digunakan dari tiga kali perbandingannya. Mengingat harga

 cat mahal, maka dianjurkan maksimum 3 kali saja. Tetapi kurang dari 1 : 2 kemungkinan

luntur.

  1. Cara mencelup ke dalam larutan cat warna Napthol dan Garam untuk proses batik.

Sediakan 2 tempat untuk larutan napthol dan larutan garam. Besar kecilnya disesuaikan dengan batikan yang dicelup. Bahan yang akan diberi warna (batikan) yang banyak kanjinya, sebelum dicelup ke dalam larutan napthol, sebaiknya dicuci dulu agar kanjinya hilang dan warnanya supaya dapat rata.

            Pertama batikan  celup dalam larutan napthol kira-kira 3 – 5 menit dan ditekan-tekan sampai rata, tergantung besar kecilnya bahan yang akan dicelup. Terlalu lama dalam larutan napthol tidak dibenarkan , karena lilin bisa rusak dan karena larutan mengandung koustik soda bisa melunakkan lilin dan merusak kain.

            Batikan yang sudah dicelup dalam larutan napthol diangkat dan tiriskan sampai tidak ada tetesan air.

            Setelah tidak ada tetesan lagi batikan dicelupkan ke dalam larutan garam sambil ditekan-tekan sampai rata. Dalam larutan ini terjadi reaksi yang dapat menimbulkan warna pada bahan atau batikan.

            Setelah cukup warnanya, batikan diangkat / ditiriskan sampai tidak ada tetesan air. Setelah itu batikan dicuci dalam air bersih. Apabila warna yang timbul belum sesuai dengan keinginan pencelupan dapat dilkukan lagi diulang pada larutan napthol dan garam.

BAHAN CAT WARNA INDIGOSOL

Indigosol termasuk dalam golongan cat warna bejana yang larut dalam air. Cat warna ini banyak dipakai dalam pembatikan, baik dipakai  sebagai cat warna celupan atau cat warna coletan. Istilah coletan dalam pembatikan artinya memberi warna dengan alat kuas.

Bahan cat warna tersebut belum nampak warnanya, timbulnya warna direaksikan dengan larutan asam atau  oksidakan di bawah sinar matahari. Untuk warna kuning, hijau, coklat, abu-abu dan merah tidak perlu pemanasan langsung sinar matahari, tetapi langsung masuk dalam larutan asam sudah timbul warna. Tetapi untuk warna biru dan violet harus dioksidasikan di bawah langsung sinar matahari , baru timbul warna terus masukkan ke dalam larutan asam.

Pada umumnya cat warna indigosol mempunyai warna dasar warna muda, mengkilat dan daya tahannya baik terhadap sinar matahari dan gesekan.

  1. CARA MENGGUNAKAN CAT WARNA INIGOSOL
  2. Bahan Pelengkap

Untuk melarutkan cat warna indigosol dipelukan bahan pelengkap:

  • Natrium Nitrit ( NaNo2)

Sebanyak 2 kali jumlah berat timbang cat warna indigosol. Caranya ditambahkan pada

waktu melarutkan indigosol.

Contoh resep:

  • 3 gram indigosol
  • 6 gram Natrium Nitrit ( NaNo2 )
  • 1 liter air
  1. Cara melarutkan bahan cat warna indigosol

3 gram indigosol dilarutkan dengan sedikit air dingin. Kemudian tambahkan air panas

kira-kira 60⁰C sebanyak ¼ liter. Ditambahkan kedalamnya 6 gram NaNo2, diaduk sampai

serbuk indigosol itu larut semua. Kemudian ditambahkan air dingin secukupnya sehingga

jumlah air seluruhnya menjadi 1 liter. Larutan tersbut siap dipakai dan titaruh pada

tempat yang teduh.

  1. Cara mencelup ke dalam larutan indigosol

Bahan ( batikan ) yang sudah siap akan diberi warna, apabila banyak kanjinya sebaiknya dicuci. Kanji harus hilang sama sekali agar supaya tidak mengganggu cat warna yang masuk ke dalam benang. Pada waktu mencuci hendaknya hati-hati, agar bahan yang banyak menggunakan lilin batik atau malam tidak rusak. Apabila bahan tidak banyak kanjinya dapat  langsung dicelup. Waktu dicelup harus ditekan-tekan dan dibolak balik sampai rata. Lama pencelupan 5 menit.

Bahan yang dicelup terus diangkat dari larutan cat warna indigosol, ditunggu sampai larutan cat warna indigosol tidak menetes lagi. Dioksidasikan di bawah langsung sinar matahari , sehingga timbul warna ( terutama warna biru dan violet ). Untuk mendapatkan warna yang sama pada kedua belah muka, maka pemanasan juga harus pada kedua belah muka. Lama pemanasan kera-kira 5 – 10 menit. Pada waktu pemanasan diusahakan tidak terjadi bayangan pada permukaan bahan, agar tidak terjadi warna yang pucat pada bekas bayangan tersebut.

  1. Pembangkit warna

Untuk memperoleh warna diperlukan larutan asam. Bahan ( batikan ) yang telah dicelup dengan larutan cat warna indigosol dan telah  dioksidasikan timbul warnanya. Apabila langsung dipakai masih luntur, maka harus dibangkitkan dulu atau istilahnya dikancing warnanya oleh bahan pembantu.

Untuk cat warna indigosol sebagai bahan pembangkit ialah asam chlorida atau asam sulfat, sebanyak 10 cc untuk setiap 1 liter air dingin. Bahan ( batikan ) dicelup ke dalam larutan asam selama 3-5 menit, terus diangkat lekas-lekas dicuci air bersih, agar larutan asam yang masih melekat pada kainnya tidak merusak. Apabila warna yang dihasilkan kurang tua, pekerjaan mencelup tersebut dapat diulangi seperti di atas.

TIPS SINGKAT MENCOLET

Langkah-langkah mencolet menggunakan zat warna indigosol sebagai berikut:

  1. Siapkan alat dan bahan untuk mencolet. Alat yang biasanya digunakan adalah kuas atau rotan dan gelas aqua. Ukuran kuasnya bisa bervariasi tergantung kebutuhan.
  2. Bersihkan meja coletan dan aturlah kertas koran untuk alas. Selain alas koran, bisa juga menggunakan busa ataupun karung goni. Kenapa harus menggunakan alas ya ? Alasannya simpel, agar warna gak mbleber (warna hanya mengenai bidang yang dikehendaki aja)
  3. Bentangkan kain yang sudah selesai dibatik di atas meja dengan sisi rengrengan (sisi batikan yang bagian muka) di sebelah atas… Jangan sampai terbalik … 🙂
  4. Untuk coletan digunakan zat warna Indigosol. Pemilihan zat warna Indigisol dikarenakan warna-warna lebih cerah dibanding zat warna napthol yang cenderung warna gelap. Timbanglah zat warna sesuai dengan resep. Cara menimbang warna, satu demi satu. Atau dapat juga sekaligus bila bagian-bagian yang dicolet tidak terlalu banyak. Semua zat warna ditimbang dan kemudian dilarutkan masing-masing dalam tempat tersendiri. Penimbangan sangat penting dilakukan agar warna sesuai dengan yang dinginkan dan tidak terjadi kesalahan dalam pewarnaan. Nah, sekarang siapkan 2 larutan. Larutan I adalah campuran zat warna Indigosol, nitrit dilarutkan dengan air panas. Perbandingan untuk 1 meter kain untuk celupan adalah 5 gram Indigosol, 7 gram nitit (Na No2) dan 1 liter air panas. Jika hanya coletan saja maka takaran bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Larutan II adalah untuk pembangkit warna. Perbandingannya 20 cc Hcl dicampur 2 liter air dingin. Perbandingan ini harus pas, jika perbandingan tidak pas akan terjadi kesalahan sangat fatal. Jika air Hcl melebihi takaran, akan menyebabkan kain rusak atau rapuh bahkan efek yang terlihat langsung adalah berlubang dan mudah sobek. Jikaterlalu banyak air dingin akan menyebabkan tidak munculnya warna coletan… harus hati-hati ya….
  5. Ambillah kuas rotan yang sudah disiapkan dan mulailah mencolet. Untuk mempermudah pelaksanaannya, pencoletan dikerjakan dari sebelah sisi panjang kain, dari ujung kiri sampai ujung kanan melebar separo lebar kain. Kemudian dari sebelah sisi panjang kain yang satu, dari ujung kanan ke kiri, juga selebar setangah kain. Setelah semua warna dicoletkan, kemudian dikeringkan untuk selanjutnya mencolet sisi terusan sampai selesai seluruh permukaan terusan dan dikeringkan di bawah sinar matahari, untuk menolong mempercepat pembangkitan warna. Ada beberapa warna Indigosol yang tidak memerlukan sinar matahari, yaitu warna pink dan hijau. Namun untuk mendapatkan warna yang maksimal sebaiknya tetap dikeringkan dengan sinar matahari. Hindari teknik mencolet di kala musim hujan kalo tidak ingin mendapat hasil yang mengecewakan …atau jika terpaksa, gunakan zat warna napthol untuk pencoletan.
  6. Siapkan larutan pembangkitkan warna air.
  7. Masukkan kain yang sudah kering coletannya ke dalam larutan pembangkit sampai kain terendam seluruhnya. Apabila sudah tidak terlihat lagi perubahan warna, maka kain diangkat, dicuci dan dikeringkan.

Lihat Sumber ;   https://fitinline.com/article/read/teknik-pewarnaan-batik-coletan/

Pewarna Batik

PEWARNA PADA BATIK.

Yang dimaksud pewarna atau zat pewarna batik adalah zat warna tekstil yang dapat digunaka dalam proses pewarnaan batik baik dengan cara pencelupan maupun coletan pada suhu kamar sehingga tidak merusak lilin sebagai perintang warnanya.Beberapa bahan warna sintetis yang sering digunakan untuk mewarnai batik antara lain:.

A. NAPHTOL

Zat pewarna sintetis ini digunakan dalam proses pewarnaan dengan teknik celup,terdiri dari dua bagian yang memiliki fungsi berbeda yakni naphtol dasar dan pembangkit warna.

Naphtol dasar (penaphtolan) biasanya digunakan pertama kali dalam proses pewarnaan, pada pencelupan pertama ini warna belum nampak dalam kain, untuk membangkitkan warna dalam kain dibutuhkan larutan garam diazonium sehingga akan memunculkan warna sesuai yang diinginkan.

Secara teknis Naphtol tidak bisa larut dalam air,untuk melarutkannya biasanya para perajin menggunakan zat lain seperti kostik soda.

1. Jenis-Jenis Warna Naphtol .

Zat warna naptol terdiri dari komponen naptol sebagai komponen dasar dan komponen pembangkit warna yaitu garam diazonium atau disebut garam naptol.

Naptol yang banyak dipakai dalam pembatikan antara lain:

1. Naptol AS-G
2. Naptol AS-LB
3. Naptol AS-BO
4. Naptol AS-D
5. Naptol AS Naptol AS.OL
6. Naptol AS-BR
7. Naptol AS.BS
8. Naptol AS-GR

Garam diazonium yang dipakai dalam pembatikan antara lain:

1. Garam Kuning GC
2. Garam Bordo GP
3. Garam Orange GC
4. Garam Violet B
5. Garam Scarlet R
6. Garam Blue BB
7. Garam Scarlet GG
8. Garam Blue B
9. Garam Red 3 GL
10. Garam Black B
11. Garam Red B

2. Resep Zat Warna Naptol .

Resep Zat warna napthol yang umum banyak digunakan adalah :

1. Zat Warna Napthol 3 gr/liter.

2. Kostik soda 1/2 (setengah) dari jumlah Zat Warna Napthol.

3. Garam Napthol adalah 3 kali jumlah Zat Warna Naphtol.

3. Cara Pewarnaanya .

Zat warna ini merupakan zat warna yang tidak larut dalam air.Untuk melarutkannya diperlukan zat pembantu yaitu kostik soda. Pencelupan naphtol dikerjakan dalam 2 tingkat.

1) Pertama

:

Pencelupan dengan larutan naphtolnya sendiri (penaphtolan). Pada pencelupan pertama ini belum diperoleh warna atau warna belum timbul.

2) Kedua

:

Kemudian dicelup/dibangkitkan dengan larutan garam diazodium, dan akan diperoleh warna yan dikehendaki.Tua muda warna tergantung pada banyaknya naphtol yang diserap oleh serat.

B. INDIGOSOL

Zat warna indigosol adalah jenis zat warna Bejana yang larut dalam air. Larutan zat warnanya merupakan suatu larutan berwarna jernih. Pada saat kain dicelupkan ke dalam larutan zat warna belum diperoleh warna yang diharapkan. Setelah dioksidasi / dimasukkan ke dalam larutan asam (HCl atau H2SO4) akan diperoleh warna yang dikehendaki.

Obat pembantu yang diperlukan dalam pewarnaan dengan zat warna indigosol adalah Natrium Nitrit (NaNO2) sebagai oksidator. Warna yang dihasilkan cenderung warna-warna lembut / pastel.Dalam pembatikan zat warna indigosol dipakai secara celupan maupun coletan.

1. Jenis-Jenis Warna Indigosol .

Zat warna Indigosol atau Bejana Larut adalah zat warna yang ketahanan lunturnya baik, berwarna rata dan cerah. Zat warna ini dapat dipakai secara pencelupan dan coletan. Warna dapat timbul setelah dibangkitkan dengan Natrium Nitrit dan Asam/ Asam sulfat atau Asam florida.

Jenis warna Indigosol antara lain:

1. Indigosol Yellow Indigosol Green IB
2. Indigosol Yellow JGK Indigosol Blue 0 4 B
3. Indigosol Orange HR Indigosol Grey IBL
4. Indigosol Pink IR Indigosol Brown IBR
5. Indigosol Violet ARR Indigosol Brown IRRD
6. Indigosol Violet 2R Indigosol Violet IBBF.

2. Cara Pewarnaannya .

Zat warna Indigosol biasa digunakan untuk menghasilkan warna-warna yang lembut pada kain batik, dapat dipakai dengan teknik celup maupun colet (kuas). Proses penggunaan zat warna Indigosol juga hampir sama dengan penggunaan Naphtol, pencelupan dibutuhkan dua kali proses.

Proses pertama sebagai pencelupan dasar dan yang kedua untuk membangkitkan warna. Warna akan dapat muncul sesuai yang diharapkan setelah dilakukan oksidasi, yankni memasukkan kain yang telah diberi Indigosol ke dalam larutan asam sulfat atau asam florida (HCl atau H2SO4) ataupun Natrium Nitrit (NaNO2).

C. RAPID.

Merupakan salah satu zat warna yang biasa dipakai untuk membatik dengan teknik colet. Terdiri dari campuran naphtol dan garam diazonium yang distabilkan. Untuk membangkitkan warna biasanya digunakan asam sulfat atau asam cuka.

E. ZAT WARNA REAKTIF

Zat warna reaktif umumnya dapat bereaksi dan mengadakan ikatan langsung dengan serat sehingga merupakan bagian dari serat tersebut. Jenisnya cukup banyak dengan nama dan struktur kimia yang berbeda tergantung pabrik yang membuatnya.

Salah satu yang saat ini sering digunakan untuk pewarnaan batik adalah Remazol. Ditinjau dari segi teknis praktis pewarnaan batik dengan remazol dapat digunakan secara pencelupan, coletan maupun kuwasan.

Zat warna ini mempunyai sifat antara lain :

a. Larut dalam air.
b. Mempunyai warna yang briliant dengan ketahanan luntur yang baik.
c. Daya afinitasnya rendah.

Untuk memperbaiki sifat tersebut pada pewarnaan batik diatasi dengan cara kuwasan dan fixasi menggunakan Natrium silikat.

1. Jenis Jenis Zat Warna Reaktif .

Zat warna reaktif bisa digunakan untuk pencelupan dan pencapan (printing). Zat warna reaktif berdasarkan cara pemakaiannya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Reaktif dingin dan reaktif panas.

Untuk zat warna reaktif dingin salah satunya adalah zat warna procion,dengan nama dagang Procion MX, yaitu zat warna yang mempunyai kereaktifan tinggi dan dicelup pada suhu rendah.

Zat warna reaktif termasuk zat warna yang larut dalam air dan mengadakan reaksi dengan sera selulosa, sehingga zat warna reaktif tersebut merupakan bagian dari serat. Oleh karen itu sifat-sifat tahan luntur warna dan tahan sinarnya sangat baik

Nama dagang zat warna teraktif, sebagai berikut:

1. Procion (produk dari I.C.I) Drimarine (produk Sandoz)

2. Cibacron (produk Ciba Geigy) Primazine (produk BASF)

3. Remazol (produk Hoechst) Levafix (produk Bayer)

F. Zat WARNA IDANTHRENE

Zat warna indanthrene normal termasuk golongan zat warna bejana yang tidak larut dalam air.Proses pencelupannya tidak perlu penambahan elektrolit karena mempuyai daya serap yang tinggi. Pemakaian reduktor dan alkali banyak dan dicelup pada suhu (40’c-60’c).

Contoh zat warna Indanthrene:

1. Helanthrene Yellow GC MP
2. Helanthrene Orange RK MP
3. Helanthrene Brilian Pink RS MP
4. Helanthrene Blue RCL MP
5. Helanthrene Green B MP
6. Helanthrene Brown BK MP

G. ZAT WARNA PIGMEN

Adalah zat warna yang tidak larut dalam segala macam pelarut. Zat warna ini sebetulnya tidak mempunyai afinitas terhadap segala macam serat. Pemakaiannya untuk bahan tekstil memerlukan suatu zat pengikat yang membantu pengikatan zat warna tersebut dengan serat.Pengikat yang digunakan yaitu emulsi (campuran dari emulsifier, air dan minyak tanah) yang dicampur dengan putaran tinggi. Zat warna pigmen banyak digunakan untuk cetak saring, tidak layak digunakan sebagai pencelupan.

Contoh nama dagang zat warna pigmen:

1. Acram in (Bayer)
2. Helizarin (BASF)
3. Sandye (Sanyo) Pristofix (Sandoz)
4. Alcilan (I.C.I).

Lihat Sumber :   http://reza-nur.heck.in/pewarna-sintetis-pada-batik.xhtml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *