DESA MART / SINERGIS MART TERNYATA IDE PILOT PROJECT TAHUN 2013

untitled15 Kecamatan Berkompetisi Hidupkan Usaha Grosir

PURBALINGGA – 13 kecamatan di bawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan (PNPM – MPd) akan berkompetisi menjadi pilot project atau percontohan pengembangan usaha grosir. Hal ini sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat perdesaan secara sehat dan berkelanjutan sehingga masyarakat tak lagi bergantung kepada siapapun.

“Selama ini UPK hanya bergerak dan disibukkan dalam perguliran simpan pinjam maupun fasilitasi kegiatan sarana prasarana. Kedepan kecamatan melalui Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dapat lebih mengembangkan diri menjadi besar bersama unit-unit usaha lainnya sesuai dengan potensi lokal,” ujar Ketua UPK Sinergis PNPM MD Kecamatan Mrebet Fadlun Edy Susilo SE dalam siaran persnya, Kamis (17/11).

Fadlun menambahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Unit Pelaksana Kegiatn (UPK)yang dipimpin Fasilitator Kabupaten (Faskab) Mujadid kemarin (16/11) menyepakati akan memilih salah satu kecamatan terbaik yang paling sukses menyelenggarakan usaha grosir. Dari kecamatan itu akan ditunjuk desa yang paling kompeten atau usaha-usaha yang potensial.

Sementara itu, dalam Rakor yang dihadiri para pelaku PNPM MPd se-Kabupaten Purbalingga dan Penanggungjawab Operasional Kegiatan Kabupaten (PJOKab) Purbalingga, disepakati agar UPK perlu melakukan tutup buku diawali audit oleh Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (BP UPK) pada minggu ketiga bulan Desember 2013. Selanjutnya, seperti biasa, masing-masing UPK memaparkannya dalam Evaluasi dan Perencanaan (Evaperca) dalam tiga klaster di tingkat Kabupaten.

“Selain itu, dalam rapat itu juga disepakati agar pencairan dan penyaluran dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Dana Operasional Kegiatan (DOK) harus selesai dan terlaksana. Sehingga pada bulan Nopember diharap dana sudah masuk ke kecamatan dan disalurkan berdasarkan peruntukannya ke Tim Pengelola Kegiatan (TPK) tingkat Desa,” imbuhnya.

Dalam hal ini BP –UPK perlu melakukan Audit sebagai dasar nantinya bagi UPK melakukan Tutup Buku Tahun Anggaran 2013. Semua rekening, kata dia, ditutup-bukukan sesuai peraturan yang ada, untuk selanjutnya, UPK perlu melakukan proyeksi keuangan agar dapat menentukan laporan perubahan modal, pembagian surplus dan lain-lain.

“Lebih ditekankan pula bahwa UPK diharap jangan membuat anggran biaya sebelum membahas rencana kerja dan kinerja terlebih dahulu,” jelasnya.Menurut Fadlun, masih banyak kegiatan yang dibangun PNPM kurang berkualitas di beberapa tempat. Namun Purbalingga masih membutuhkan dana PNPM, karena masih banyak infrastruktur lain yang dibutuhkan masyarakat. (fes/cie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *