INDEKS IDLE CAPITAL MENAIK KUALITAS KREDIT TETAP TERJAGA

GRAFIKMrebet – Hampir keseluruhan pengelola Kredit di Kabupaten Purbalingga menghadapi berbagai kendala selama 2012. Beberapa rekan UPK terkendala selekasi alam serupa krisis kepercayaan, kelambanan pemulihan kolektibilitas kredit global, besarnya idle capital, rendahnya indeks nilai kinerja dan kepatuhan serta rendahnya parameter kaidah management sinergis dan seabrek potensi tantangan pengelolaan keuangan lainnya.

Meskipun beberapa hipotesis tersebut bisajadi masih berupa polemik berkepanjangan terkait dengan munculnya draft Edaran Rancangan Tambahan (Erata) PTO X, Draft Penataan Kelembagaan BKAD, SOP Potensi Kecamatan Bermasalah dan Unexpectable Change lainnnya. Namun yang pasti jaman mulai menampakkan sisi wajah asli bernama ‘Perubahan’.

Hal tersebut berdamppak terhadap kinerja kredit pemberdayaan SPP/UEP. Pertumbuhan capaian target pendapatan tahun lalu lebih rendah dari tahun 2011. Assessment Centre UPK sinergis, lembaga kredit mikro di Mrebet mentargetkan kenaikan kredit yang signifikan di tahun 2013 ini dengan target penyerapan modal naik 2 sampai 3 milyar, dengan perencanaan yang lebih dekat dengan pesimistis namun tetap lebih progresif dalam penataan management dan dalam capaian kualitas kreditnya. Indeks Kesehatan keuangan UPK yang semula Cukup Sehat, pada tahun ini mulai menata diri mencari bentuk baru yang lebih sinergis dengan target indeks tertinggi yang sebisamungkin dipatok yaitu Sehat dengan point terrendah 86.5 poin.

Meskipun idle capital membesar, kualitas kredit tetap kuat selama triwulan 2014, yang tercermin pada rasio kecukupan modal naik menjadi 9% dan rasio kredit bermasalah turun ke 0,3%. Belum lagi ditambah dengan tambahan modal dari Kredit SPP Reguler tahun berjalan yang menembus angka 0,5 milyar.

Kecukupan modal membaik dan sebaliknya kondisi pasar mikro yang mulai jenuh.

Diperkirakan hal tersebut dapat menjadi preseden yang buruk, apabila tidak disikapi dengan seksama. Namun kinerja pemberdayaan semakin menguat dan dapat dipertahankan tahun ini. Total kredit UPK Sinergis diprediksi tumbuh kisaran 20%-40% dengan mempertimbangkan dampak kelambatan pemulihan kolektibilitas global, ancaman inflasi, dan tekanan dalam intervensi harga komoditas kredit mikro lainnya.

Memulai awal tahun jasa standar 1 tahun dan trimester dipatok menjadi 1% dan optimasi kualitas kelompok menjadi tantangan tersendiri.

Sepanjang 2013 SPP/UEP akan dihadapkan pada beberapa tantangan, diantaranya adalah pengelolaan kualitas aset, peningkatan efisiensi operasional, serta persaingan secara global dan regional. (fes-29)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *