Berani Hidup ,Berani Bertanggung jawab Berani Berhutang,Berani Membayar

Ada banyak orang yang takut berhutang,tapi ada juga yang terlanjur hutang dan tak tahu bagaimana cara membayarnya. Di sisi lain ada yang enggan berhutang dengan alasan menjadi beban.Apa rasanya berhutang?Deg degan,cemas ditagih bayaran,susah tidur menghitung hari kapan harus mengangsur,menghindari orang yang menghutangi,atau justru merasa bangga kita punya hutang?Data di UPK menunjukan pada akhir Desember 2013 dikecamatan Mrebet tunggakan SPP dan UEP pada program PNPM-MPd mencapai Rp.380.000.000-,ini tersebar hampir disemua desa dikecamatan Mrebet.Pada tahun 2014 ada empat desa yang terkena sanksi lokal akibat tunggakan SPP dan UEP di kelompok peminjam desa tersebut,akibatnya empat desa tersebut untuk tahun 2014 tidak mendapatkan kegiatan sarana prasarana (SARPRAS) PNPM-MPd Tahun 2014.

            Sebelum anda memutuskan berhutang ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam berhutang, antara lain :

  1. Mendapatkan Fresh Money

Mendapatkan uang yang langsung kita peroleh tunaitanpa kita bekerja terlebih dahulu.

  1. Memenuhi kebutuhan yang mendesak

Hutang dapat menjadi solusi ketika ada kebutuhan yang muncul secara mendesak yang sudah diprediksi maupun yangbelum kita prediksi sebelumnya. Contoh anak masuk sekolah,uang kuliah anak-anak,menghadapi lebaran.yang tidak terprediksi munculnya bencana alam,usaha bangkrut.

  1. Meningkatkan perekonomian

Berhutang dapat dijadikan sarana atau perantara untuk menjalankan dan membangkitkan perekonomian.

  1. Menambah semangat kerja

Orang yang berhutang adalah orang yang di bawah tekanan untuk membayar hutang tersebut,hal ini sercara positif akan memicu orang yang berhutang untuk lebih semangat bagaimana caranya untuk membayar hutang.Dalam kondisi tertekan seseorang akan lebih terdorong potensinya dan terpicu energi kreatifnya jika ada sesuatu yang menekannya.

Sisi Negatifnya:

  1. Menjadi beban psikologis

Secara Psikologis orang yang berhutang adalah orang yang posisinya berada dibawah yang menghutangkan.Misalnya timbulnya perasaan rendah diri dan malu pada orang yang memberi hutang.

  1. Menjadi Beban Sosial

Berhutang menyebabkan terjadinya beban sosial dalam masyarakat.Satu orang dalam keluarga yang melakukan hutang,secara tidak langsung menjadi beban sosial bagi anggota keluarga yang lainya. Misal Seorang bapak yang berhutang dan meninggal dunia menjadi beban ahli warisnya, sedangkan warga yang menunggak hutang SPP atau UEP akan menjadi beban bagi desa jika pada saat MAD Prioritas dan penetapan belum lunas maka desa yang akan terkena sangsi lokal.

  1. Merusak Hubungan Interpersonal

Seseorangbisa jadi kehilangan kepercayaan dan kecewa jika kemudian penghutang tidak tepat dalam membayar hutang. Seseorang bisa memutus hubungan jika hutang tak bisa dibayar.Seseorang bisa menjadi bahan obrolan dan gosip dalam masyarakat dengan kondisi hutangnya,pergaulan bisa berubah menjadi hal yang tidak menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *