Efek-efek Kedokteran yang Tidak Diinginkan Dalam Kaidah Kinerja Sinergis

sumber: https://www.etalasebisnis.com

upksinergis.com  Disadari maupun tidak, dalam bekerja kita merupakan sebuah organ yang tunggal, jika salah satu bagian dalam organisasi usaha yang tidak berfungsi dengan baik maka akan terjadi hal yang tidak kita inginkan. Pengertian ‘kinerja’ dalam wikipedia adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.

Kinerja pegawai yang kurang produktif dapat diibaratkan sebagai anggota badan yang tidak bekerja secara optimal. Kinerja yang tidak baik dapat menghasilkan efek-efek yang kurang disukai atau tidak diinginkan, istilah kedokteran yang terkait untuk melihat efek kinerja buruk dapat disimak dari reaksi dan aksi sebagai berikut:

Reaksi hipersensitif

Hipersensitif atau terlalu alergi dapat terjadi ketika karyawan menerima kritik dan saran dari luar dirinya, karyawan yang sehat pasti tidak akan menghiraukan nasehat atau masukan terhadap karyawan tersebut. Sebaliknya karyawan yang alergi terhadap masukan orang lain bisa jadi dia mengidap sikap dan prilaku yang kronis. Oleh karenanya kritikan pun jangan over dosis.

Kumulasi

Terkumpulnya tugas yang menumpuk dan cenderung menunda pekerjaan bahkan malas, dapat menimbulkan efek toksik dalam perusahaan, yang menyebabkan karyawan kurang produktif dalam bekerja.

Toleransi

Yang dimaksud toleransi adalah berkurangnya respons terhadap peningkatan kapasitas teknis pekerjaan karyawan secara pribadi, bahkan menurunnya produktifitas sehingga penguasaan kinerja secara teknis  harus diperbesar untuk mendapatkan produktifitas yang sama. Toleransi yang berlebihan terkadang menghambat berkembangnya perusahaan dengan banyaknya karyawan yang kurang potensial.

Takifilaksis

Istilah ini diartikan sebagai berkurangnya kecepatan respons terhadap tugas yang monoton dan kurang menantang. Motivasi yang kurang dan karyawan jaman old dan khususnya Anda yang usianya 50-an ke atas yang sudah hampir pensiun, memang sudah saatnya memotivasi diri Anda sendiri agar tidak terkena takifilaksis.

Adiksi

Istilah asli menurut Dedi Humas BNN mengartikan adiksi atau ketergantungan terhadap narkoba merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketergantungan secara fisik dan psikologis terhadap suatu zat adiktif. Dalam dunia kerja, adiksi dapat merupakan ketergantungan dalam bentuk rohaniah dan jasmaniah, terhadap karakteristik, yang dapat dikenali dengan gejala sebagai berikut:

  • Adanya dorongan untuk selalu berlaku curang dan mementingkan diri sendiri.
  • Kecenderungan menaikkan gaji diluar kemampuan perusahaan. Antara kinerja yang berbeda dengan produktifitas menjadikan peningkatan gaji tidak sebanding dengan hasil.
  • Timbul ketergantungan soft skill yang tidak diikuti hard skillSoft skill biasanya melekat dalam karakter karyawan sedangkan hard skill dapat dicari melalui pelatihan dan proses belajar.
  • Merugikan masyarakat maupun individu, dengan pelayanan yang buruk serta korupsi. Budaya konsumptif dan koruptif menunjukan bahwa karyawan terkena permasalahan ketergantungan terhadap sifat buruk dan kinerja yang buruk pula. Sebaiknya, karyawan seperti ini tidak boleh diberi ampun dari punishment.
  • Penghentian karyawan potensial dapat menimbulkan kemunduran perusahaan. Karyawan potensial adalah harta tak berwujud dalam perusahaan, jika PHK berlebihan dan melibatkan sumber daya karyawan yang potensial maka siap-siaplah perusahaan Anda memasuki jurang kebangkrutan.

Adakah hal yang cocok dari karakter di atas dalam diri Anda? Maka siap-siaplah berbalik, putar haluan sekarang juga!