“KAIDAH SINERGIS”

“KAIDAH SINERGIS” timbang

Pengertian Sinergis berasal dari bahasa asing, yang berarti satu kesatuan yang utuh, kuat antara elemen satu dengan yang lainnya yang saling memperkuat dan tak dapat dipisahkan.

Karena kedekatannya tersebut saling mendukung sehingga kebersatuannya menghasilkan kekuatan yang bernilai lebih atau dinamakan energi. Misalnya pisau, ada pisau dan ada pegangannya (doran). Kalau pisau dan pegangannya terpisah, maka alat tersebut tidak dapat dipakai (tidak berfungsi dengan baik).

Bagian-bagian dari sinergi tersebut juga berfungsi sebagai organ sebagaimana manusia. Manusia itu sendiri disebut organis yang sinergis, karena manusia terdiri dari organ-organ seperti : tangan, kaki, mata, hidung, telinga dan mulut serta organ lain termasuk di dalamnya ada organ yang tampak dan ada organ yang tersembunyi dan tak tampak yaitu jiwa dan pikiran.

Organ yang tersembunyi tetapi harus ada adalah seperti hati, ginjal, jantung, limfa, usus besar dan usus kecil, lambung dan sebagainya. Apabila salah satu bagian tadi tidak berfungsi atau berkurang fungsinya maka manusia tersebut sakit dan beratri bekerja tidak optimal karena fungsinya berkurang.

Sehingga yang dinamakan sinergis merupakan satu kesatuan utuh yang saling mendukung dan tak dapat dipisah-pisahkan. Alam dan Bumi kita sebagai habitat makhluk hidup diciptakanNya sudah bersifat sinergis. Ada manusia, tanah, hewan, air, udara, energi panas / matahari, yang mana satu sama lain sangat berkaitan, saling membutuhkan perlu adanya keseimbangan yang terus menerus (lestari).

Penyeimbang yang ada di alam ini juga ada predator dan ada mangsa, ada produsen ada konsumen, ada yang positif dan ada yang negatif, ada baik ada buruk, ada baka dan ada fana dan lain sebagainya (dari berbagai sumber).

Dalam ilmu ekonomi juga dikenal adanya sumberdaya manusia sebagai produsen yang juga berfungsi sekaligus sebagai konsumen, uang yang berfungsi sebagai alat tukar dan bernilai, serta metode. Dalam bahasa aslinya unsur ekonomi manajemen ada man, money, method.

Manusia sebagai sumber daya atau energi yang terbatas, uang yang bernilai ekuitas atau modal dalam kapasitanya juga terbatas dan metoda dalam habitatnya merupakan sumberdaya yang memiliki sifat dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui atau sekali habis (renewable dan non renewable).

Karena keterbatasan tersebutlah maka gunanya metode di sini perlu dicari makna bahwa semua elemen tersebut perlu diracik dan ditata agar dihasilkan nilai yang optimal.

Sebagai praktisi dalam PNPM ini saya tergugah untuk menulis berbagai kajian praktis yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan sosio komite preneurship yang sinergis. Kedepan, melalui berjalannya waktu mudah mudahan ada jalan dan kesempatan untuk mengulas lebih jauh lagi konsep ini.

Pertanyaan sementara yang diperlukan jawabannya adalah bukan pada siapa tetapi lebih ke arah apa dan bagaimana prinsip itu hendak dijalankan, sebagai bagian pencarian jati diri serta bagian dari proses keberlanjutan lembaga UPK.

Permasalahan tersebut juga dilatarbelakangi sedikit sekali buku mengenai manajemen UPK sebagai lembaga mikro kredit dan sekaligus sebagai lembaga pemberdayaan yang ditulis oleh manajer yang mengelola langsung kegiatan ini. Belajar dari lembaga UPK lain yang telah menjalankan proses dan prinsip sinergitas dalam organisasinya memang membutuhkan akses informasi yang valid dan kita cenderung dalam sisi dan tataran “tidak tahu”, mana yang sinergis mana yang belum. Mana yang berpihak pada RTM dan mana yang berpihak pada ego kelompok atau bahkan melenceng dengan ego pribadi masing masing.

Mungkin banyak juga referensi dari studi banding UPK terbaik tingkat Nasional seperti UPK Kalijambe Sragen, Wanosalam Demak, Jatinom Klaten dengan BKAD terbaiknya, dan masih banyak deretan “cerita best practise” UPK yang masih diperlukan kajian dan pembahasan konsep blue print best practise_nya di lain tempat. Dan kesemuanya itu juga mencerminkan konsep dan kajian dari para manajer atau presdir UPK terbaik. Semoga kedepan masih terbuka lebar jalan untuk sampai ke sana. Referensi perkembangan kelembagaan dapat dilihat di asosiasiupkjateng.com

Realitas dalam “perubahan” / “pembadanhukuman” manajemen mikro kredit dan pemberdayaan DAPM (Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat) mungkin dalam waktu dekat akan tampil sebagai tawaran atas realita praktis manajemen kepemimpinan sosio komite preneurship dalam kaidah falsafah sinergis.