Mari Ramai-ramai Galakkan BUMDesa Bersama, Agar Menjadi Desa Mandiri

(sumber gambar, http://mediatataruang.com/desa-mandiri-cermin-kemauan-masyarakat-desa-kuat-maju)

upksinergis.com Dirjen PKP Kementrian Desa Ahmad Erwani Yustika, mensiratkan tips agar 164 BUMDesa Bersama mendukung kolaborasi BUMDesa agar dapat menjadi ‘Desa Mandiri’. Asas subsidiaritas dan rekognisi sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan tiga aspek sumberdaya ekonomi perdesaan, di antaranya lembaga ekonomi desa, energi dan pangan ke dalam tiga fase pembangunan desa.

Simak dulu tiga aspek fase pembangunan desa yang harus dilakukan, berikut:

1. Bina usaha desa dalam peningkatan kualitas hidup.

2. Fokus pada usaha pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan.

3. Anggarkan dalam APBDes, anggaran penanggulangan kemiskinan terpadu bersama institusi BUMDesa.

Ingat, keseluruhan aspek tersebut adalah merupakan sinergitas program unggulan pemberdayaan yang porsinya wajib diperbesar dalam anggaran sebabagi investasi non infrastruktur perdesaan. Desa memiliki peran utama disamping investasi dalam Holding BUMDesa Bersama, karena dalam ketentuan PP 47/14, investasi dalam ekonomi baik investasi sumber daya manusia atau kapasitas ilmu pelaku. Contoh, Pembangunan yang mendukung kemananan, ketertiban serta pangan, dapat dilakukan dengan pendirian usaha bersama dalam pembangunan kawasan oleh Holding BUMDesa Bersama.

Skema pembangunan kawasan perdesaan oleh BUMDesa wajib memperhatikan lima siklus penting berikut;

1. Targetkan pasar potensial.

2. Kapitalisasi kedalam skala ekonomi Industri.

3. Sediakan Infrastruktur pendukung.

4. Kolaborasikan antara pembangunan desa dan kecamatan melelui Grand Design Busines Plan program Holding BUMDesa Bersama.

5. Briging jembatan program ekonomi mulai dari identifikasi pemberdayaan potensial, pahami masalah, cari solusi pemecahan masalah dan Actions atau tindakan nyata dalam usaha yang sinergis.

So, lima hal di atas merupakan sebuah entitas dan habitat yang perlu dibangun secara kondusif dan berkelanjutan atau terus menerus. Sebagaimana proses pembangunan yang tersinergi dalam urutan poin satu hingga lima dan kembali lagi ke poin satu dan seterusnya.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Ayo Mbangun Deso!