TAJUK RENCANA ; STUDI KELAYAKAN SINERGIS SMART

a_003-2


PROGRAM KEMITRAAN USAHA RITEL

Rencana tindak lanjut ide pembangunan mini market unit dari Bumdesa Bersama UPK Sinergis, yang telah muncul beberapa waktu lalu mendapat sambutan hangat dari para stakeholder, termasuk KUD Margo Mulyo Mrebet yang menyambut baik ide tersebut, ternyata baru mencapai tahapan pembuatan studi kelayakan. Lokasi yang direncanakan di tiga titik di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, tentu harus mempertimbangkan banyak hal termasuk dampak dalam pengelolaan mini market atau swalayan desa yang disebut sebagai gagasan “Desa Smart”. Bila nanti berdiri Desa Smart, maka pemilik ekuitasnya itu tetap berstatus sebagai PT atau CV dan lahan garapan Kerjasama Antar Desa milik Bumdesa Bersama UPK Sinergis. Dengan status tersebut, wajar bila UPK Sinergis nanti menjadi pemilik mayoritas lewat penguasaan 51 persen saham dari cadangan tujuannya.

Sebagai pemegang saham mayoritas tentu bumdes tersebut tidak hanya melakukan pengendalian dalam konteks kepentingan bisnis, tetapi juga bagi kehidupan “ekosistem” dan lingkungan ekonomi setempat. Kita berharap struktur kepemilikan ini nantinya tidak hanya menjadi magnet dan penggerak multiplier effect saja, tetapi juga sebagai ikon baru ‘ecopreneur’ unit Bumdesa Bersama UPK Sinergis. Banyaknya minimarket yang ada di daerah sekarang ini menurut penulis, harus cermat memprediksi pengembangan usaha, di tengah keterbatasan ide pemanfaatan.

Di tengah peningkatan pertumbuhan ekonomi, kemampuan masyarakat untuk berbelanja memang sudah besar dan cenderung meningkat daya beli masyarakatnya. Namun, kuota mini market branded yang memang menjamur, tentu masih menyisakan peluang, sementara pengelola Desa Smart, perlu banyak belajar dan berbenah agar mampu mengikat pengunjung dan mampu menjadi follower yang baik. Daya tahan dan daya tarik perlu dikonsep sedemikian rupa perlu menjadi pemikiran dan disadari pengelola, serta estimasi ini perlu dimasukkan secara rinci dalam studi kelayakan. Isu matinya pedagang kecil akibat banyaknya perijinan minimarket yang sekarang dibatasi hanya satu contoh dibatasinya kuota pendirian minimarket sementara fakta menunjukkan bahwa di mana-mana minimarket yang ada tetap ramai dikunjungi. Jejaring dengan kios atau toko kecil di wilayah perdesaan pun perlu dicarikan solusi bentuk kemitraan maupun standar harga jual produk yang saling menguntungkan serta terjangkau masyarakat.

Makin strategis lokasi sebuah minimarket, biasanya semakin besar dana investasi yang dibutuhkan. Satu unit pembangunan minimarket ukuran standar diperkirakan menghabiskan dana Rp.200 juta. Jumlah itu bisa membengkak hingga Rp.500 juta. Peningkatan investasi terjadi jika tanah dan bangunan dihitung menjadi modal awal, dan pengadaan fasilitas penunjang lainnya. Jumlah itu bukan nilai biaya atau cost of capital tetapi nilai ekonomis Sinergis Smart dan ekuitas merek UPK Sinergis pemegang brand tidak dihitung sebagai nilai investasi.

Dengan asumsi tersebut, maka kepastian kepemilikan juga perlu dan harus ditentukan dimuka secara transparan. Meskipun UPK Sinergis sebagai pihak yang berwenang mengawasi dan mengelola karena merupakan pemilik mayoritas atas dasar pemegang KAD / Permakades (peraturan bersama kepala desa) di wilayah Kecamatan Mrebet, public tetap perlu dan berhak tahu tentang aspek kepemilikan dan konsekuensi bagi hasil nantinya. Syarat-syaratnya perlu diungkapkan, aturan berikut konsekuensi logis berbagai kemungkinan perlu dipahami bersama. Perlu pula dipastikan apakah hak guna pakai, sewa atau lahan sebagai bentuk penyertaan parapihak itu dihitung sebagai penyertaan saham. Transparansi penting untuk menghindari persoalan hukum pada kemudian hari.

Studi kelayakan harus memperhitungkan kemungkinan berbagai hal, mulai aspek perijinan, aspek hokum, ekologis, sosiologis, sampai matematika ekonomi. Aspek ekonomi akan sangat menentukan bagaimana komposisi saham dan proyeksi keuntungan. Hal itu penting, mengingat kemungkinan pemegang saham sisanya adalah pihak ketiga diluar pemilik permakades yang ada, entah KUD Margo Mulyo atau pihak lainnya yang konsern. Khususnya bagi pemegang permakades, penyertaan modal itu nantinya pun perlu diingat, bahwa modal awal Sinergis Smart atau Desa Smart yang akan dijalankan perlu mulai sekarang dibarengi dengan proyeksi andil saham RAPBDes di RKP 19 Desa se Kecamatan Mrebet, karena akan menjadi proyeksi keuntungan, yang akan menjadi bagian PAD dan pembagian deviden masa depan. (D4p)

3 thoughts on “TAJUK RENCANA ; STUDI KELAYAKAN SINERGIS SMART

  1. arif
    30 September 2016 at 8:26 am

    ide mu jos men bro

    1. admin
      20 Oktober 2016 at 12:00 pm

      ayuh mrene nuliso bro….

    2. admin
      15 Desember 2016 at 10:17 am

      doakan agar bisa direalisasikan
      piss

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *