TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI UPK PNPM MPD MENJADI ORIENTASI KINERJA KELEMBAGAAN BUMDES BERSAMA UPK SINERGIS

TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI UPK PNPM MPD MENJADI ORIENTASI KINERJA KELEMBAGAAN BUMDES BERSAMA UPK SINERGIS KECAMATAN MREBET

new-picture-1

I. PENDAHULUAN

    PERUBAHAN PEMERINTAHAN MEMBAWA DAMPAK PADA PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN (PNPM MANDIRI PERDESAAN).
    PENGHENTIAN PNPM MANDIRI PERDESAAN TIDAK IMBANGI DENGAN KESIAPAN PARA PELAKU DALAM MENYIAPKAN EXIT STRATEGY KELEMBAGAAN PNPM MANDIRI PERDESAAN.
    SURAT KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI DALAM NEGERI, MENTERI KEUANGAN, MENTERI KOPERASI UMKM, DAN GUBERNUR BANK INDONESIA DIANGGAP TIDAK DAPAT MENGAKOMODASI BENTUK KELEMBAGAAN UPK.
    UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA, PASAL 91 DAN 92 MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA DESA UNTUK :
    MEMBUAT KERJASAMA ANTAR DESA, DALAM UPAYA PENGEMBANGAN USAHA BERSAMA YANG DIMILIKI OLEH DESA UNTUK MENCAPAI NILAI EKONOMI YANG BERDAYA SAING; DAN KEGIATAN KEMASYARAKATAN, PELAYANAN, PEMBANGUNAN, DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ANTAR DESA.
    DALAM PELAYANAN USAHA ANTAR DESA DAPAT DIBENTUK BUM DESA YANG MERUPAKAN MILIK 2 (DUA) DESA ATAU LEBIH

II. DASAR KAJIAN

    SEJAK SKB YANG DITERBITKAN TAHUN 2009 SAMPAI DENGAN MASA AKHIR PROGRAM TIDAK ADA KEJELASAN BENTUK KELEMBAGAAN UPK SEBAGAI PENGELOLA DANA SPP;
    TELAH DIUNDANGAN UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA;
    PERMENDES NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENDIRIAN, PENGURUSAN DAN PENGELOLAAN DAN PEMBUBARAN BADAN USAHA MILIK DESA
    PELESTARIAN ASSET KEUANGAN YANG DIKELOLA UPK PNPM MPd PERLU SEGERA DIATUR SEBELUM DANA TERSEBUT BERKURANG ATAU BAHKAN HILANG.

III. BADAN USAHA MILIK DESA

PENGERTIAN :
Badan Usaha Milik Desa, selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa
Jenis BUMDES :
1.    Bumdes
2.    Bumdes Antar Desa
3.    Bumdes Bersama

IV. PROSES TRANSFORMASI UPK DI KABUPATEN PURBALINGGA

    LANGKAH-LANGKAH DALAM MEWUJUDKAN TRANSFORMASI ADALAH :
1.    Sosialisasi perubahan/ transformasi UPK kepada para pelaku PNPM MPd
2.    Melakukan diskusi dan kajian tentang proses dan langkah pembentukan BUMDes Bersama;
3.    Diskusi tentang cara pembagian/ pencatatan asset masing-masing pemerintahan desa.
4.    MAD Pembentukan BUMDes Bersama;
5.    Penyusunan AD/ ART BUMDes Bersama.

V. TITIK RAWAN DALAM PROSES PENDIRIAN BUMDES BERSAMA
Proses pembagian kepemilikan saham masing-masing desa merupakan titik rawan dalam pembagian saham, terdapat beberapa opsi pembagian saham, antara lain :
    Mendasari SPC BLM PNPM MPd yang diterima oleh desa baik Fisik maupaun dana SPP;
    Mendasari SPC SPP yang diterima masing-masing desa;
    Mendasari SPC SPP dan SPP Perguliran masing-masing desa; dan atau;
     opsi lain yang masing dibahas dimasing-masing kelembagaan BKAD dan UPK

VI. Pengertian Kebudayaan dan Perubahan Kebudayaan
A.    Pengertian Kebudayaan

    Arti Sempit “adat tradisi atau kebiasaan” contoh upacara adat.
    Asal kata “buddhayah” berarti budi atau akal –à hal-hal yg bersangkutan dgn budi dan akal.
    Kebudayaan = culture (eng) = cultuur (dutch) = tsaqafah (arabic) = colere (ltn)
    Terdapat banyak pengertian kebudayaan menurut para pakar, a.l : Eugene A.Nida “perilaku manusia yg diajarkan terus-menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya”. Ki Hajar Dewantara “buah budi manusia yaitu hasil perjuangan manusia thd pengaruh kuat dari alam dan zaman (kodrat dan masyarakat), yg mrpkn bukti kejayaan hiidup manusia utk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dlm hidup guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yg pd akhirnya bersifat tertib dan damai”
    Kesimpulan : kebudayaan adalah sistem gagasan, sistem kelakuan dan hasil karya

B.    Perubahan Budaya

Budaya dpt berubah dg lambat, bertahap (Evolusi) atau dgn singkat/ cepat (Revolusi).
Faktor perubahan budaya :
1.    Perubahan lingkungan —–> perubahan pola ladang berpindah ke cocok tanam karena lahan menyempit, perubahan budaya warga kampung pulo jakarta, dr tempat kumuh ke rumah susun.
2.    Kontak dg kelompok lain —–> menyebabkan masuknya gagasan2 dan cara baru yg menimbulkan perubahan  pd nilai atau norma masyarakat setempat, contohnya kontak pedagang Arab/India dg kerajaan Samudra Pasai di Aceh,perubahan keyakinan (masuknya Islam di nusantara).
3.    Prosesnya : A. Peniruan —–> cerita mahabarata India (Hindu) ditiru menjadi Mahabarata dg falsafah hidup Jawa/ Islam.
4.    B. Akulturasi —-> kedua budaya turut berubah, misal budaya Betawi adl akulturasi budaya Banten/ Jawa/ Cina/ Arab/ Portugis/ Belanda.
5.    Adanya penemua baru (dicovery) —-> dapat berupa penemuan cara kerja, alat atau prinsip baru yg dpt diterima oleh orang lain dan dimiliki masyarakat, misalnya penemuan internet, mesin uap, roda, …dll.

C.    Proses Pembudayaan

Proses pembudayaan adl tindakan2 yg menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna utk kemanusian. Proses pembudayaan dapat secaran formal (sekolah, pendidikan)  dan informal (didikan keluarga).
Proses belajar kebudayaan :
1.    Internalisasi —-> kebudayaan diserap ke dlm struktur kesadaran subyektif manusia shg menentukan manusia tsb.
2.    Sosialisasi —-> proses melalui partisipasi dlm masyarakat, diawali dalm keluarga kemudian dlm masyarakat dgn memahami peran dlm masyarakat.
3.    Enkulturasi —> proses penerusan kebudayaan secara turun temurun, dr generasi ke generasi.
4.    Akulturasi —->kelompok-kelompok individu yg memiliki kebudayaan berbeda saling berinteraksi secara intensif sehingga salah satu budaya kelompok atau kedua kelompok mengalami perubahan.

VII. Nilai

Pengertian Nilai —->gagasan atau konsep yg dipandang penting dalm hidup da dipandang sbg pedoman hidup —-> terkait erat dgn kegiatan manusia dlm hidupp dlam memaknai atas segala sesuatu dianggap baik atau tidak baik, berguna atau tidak berguna, penting atau tidak penting, benar atau tidak benar.
Nilai yg menjadi pegangan hidup terdiri dari unsur :
1.    Etika —-> nilai yg mengatur seseorang atau kelompok orang dlm bertingkah lakku dan bertindak sosial.
2.    Estetika —-> nilai yg menggambarkan keindahan
3.    Moral
VIII. BUDAYA KERJA

Arti Definisi / Pengertian Budaya Kerja

Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM )

Tujuan Atau Manfaat Budaya Kerja

Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.

Manfaat dari penerapan Budaya Kerja yang baik :
1. meningkatkan jiwa gotong royong
2. meningkatkan kebersamaan
3. saling terbuka satu sama lain
4. meningkatkan jiwa kekeluargaan
5. meningkatkan rasa kekeluargaan
6. membangun komunikasi yang lebih baik
7. meningkatkan produktivitas kerja
8. tanggap dengan perkembangan dunia luar, dll.

IX. IDENTIFIKASI/ MENGENALI BUDAYA KERJA UPK SINERGIS MREBET.

APA SAJA BUDAYA KERJA YANG ADA DI UPK SINERGIS YANG ANDA KETAHUI??
APAKAH BUDAYA KERJA YANG ADA MENDUKUNG PENCAPAIAN TUJUAN??
APAKAH SAUDARA SUDAH MENJALANKAN/ MELAKSANAKAN BUDAYA KERJA UPK SINERGIS??

X. KESIMPULAN

BUDAYA KERJA BUMDES SINERGIS : 5 KERJA T
; KINERJA YANG BERDASAR PADA
1.    KERJA TERTORGANISIR
2.    KERJA TERARAH
3.    KERJA TERUKUR
4.    KERJA TEAMWORK
5.    KERJA TRUSTWORTHY

BUDAYA KERJA BUMDES SINERGIS : MADROWI
1.    MANUSIAWI
2.    ALAMIAH DAN ILMIAH
3.    DEDIKASI DAN LOYAL
4.    RASIONAL
5.    OBJEKTIF
6.    WIBAWA
7.    INISIATIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *