URGENSI BUMDESA BERSAMA DALAM PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

Semarang 11/11/17. Workshop penguatan bumdesa yang dilaksanakan oleh Kemendes pada tanggal 7 sampai dengan 11 November  2017, di Hotel Horizon Semarang, diikuti oleh 60 peserta dari berbagai daerah, berhasil menelorkan konsensus bagi penguatan Bumdesa Bersama Indonesia.

Bumdesa Bersama merupakan instrumen sumberdaya ekonomi yang kuat, handal dan luas namun masih diperlukan konsolidasi bersama antar desa, baik melibatkan swasta maupun pemerintah. Hal ini diperlukan agar Bumdesa Bersama dapat menjadi sumberdaya ekonomi perdesaan yang mapan. Ada ruang dalam UU Desa (6/14), yang tidak hanya sekedar pemanfaatan potensi desa namun memunculkan usaha-usaha milik desa dalam kegiatan kawasan agar dapat menjadi kekuatan besar yang berskala ekonomi lebih luas.

Kedepan Bumdesa Bersama perlu diperkuat ke dalam tiga (3) aspek utama, menurut Erani. Pertama,  keberadaan Bumdesa Bersama terbukti menjadi sumberdaya ekonomi besar, perlu melakukan konsolidasi organisasi dalam pengelolaan ekonomi dalam kawasan perdesaan. Alasan utama adalah terdapat 75.000 desa terpencar-pencar, dapat diringkas ke dalam beberapa zona ekonomi unggulan yang lebih kecil kedalam skema kolaborasi bersama dan platform kerjasama antar desa yang utuh, menjadikan pembangunan perdesaan tidak bersifat individual, tercukupi skala ekonomis, terjadinya agregasi kapital yang cukup sehingga komitmen kegiatan antar desa dapat secara maksimal berjalan.

Kedua, Promosi atas sumberdaya lokal menjadi memungkinkan dilakukan untuk menjangkau pasar yang lebih besar. Agregasi dan promosi memungkinkan karena biaya promosi membutuhkan skala dan nilai ekonomi yang besar juga, yang sementara ini hanya bisa dilakukan oleh pelaku usaha besar, namun Bumdesa Bersama memungkinkan sekali dapat setara dengan mereka.

Ketiga, pemerintah perlu membangun advokasi pelaku ekonomi desa. Desa membutuhkan afirmasi yang adil dalam persaingan ekonomi, agar pelaku kecil dapat bersaing dengan pelaku besar. Sistem ekonomi yang adil menjadikan Bumdesa melakukan kapitalisasi ekonomi yang lebih mapan, dengan agregasi dalam organisasi yang kuat dan managemen yang baik menjadikan pembangunan perdesaan mencapai momentum yang baik untuk berkembang.

Dalam pembangunan kawasan perdesaan membutuhkan waktu yang cukup, dan tidak hanya itu saja, terangnya, bahwa pemahaman yang utuh dalam kegiatan workshop baik yang konseptual dan teknis oleh berbagai narasumber, diperlukan agar pengarusutamaan pembangunan kawasan perdesaan dapat, tidak hanya memajukan kegiatan industri dan manufaktur perdesaan namun seluruh usaha desa baik pertanian, perikanan, dan seluruh aspek usaha desa dapat berjalan dengan baik dalam memajukan ekonomi desa menuju desa mandiri. (Fadlun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *